Apakah OpenSID aman?

Seperti halnya semua Sistem Informasi Desa lainnya, database aplikasi OpenSID digunakan untuk menyimpan data penduduk dan data desa lainnya yang perlu dijaga keamannya. Hanya pihak-pihak yang berhak yang diperbolehkan mengakses data tersebut.

Karena itu, sangat wajar jika pihak perangkat desa dan dinas Kominfo terkait, sebelum meng-onlinekan aplikasi OpenSID mereka, ingin mengetahui apakah OpenSID aman atau lebih tepatnya, sejauh manakah penerapan keamanan di aplikasi OpenSID?

OpenSID bersifat Opensource, resikonya?

Ahmad Sahid, anggota Forum Pengguna dan Pegiat OpenSID, melaporkan meskipun OpenSID 'lebih bagus dibandingkan SID yg lain', untuk diterima pemerintah kabupaten di wilayahnya, pengembang apikasi harus jelas siapa lembaganya dan dapat dipertanggungjawabkan termasuk keamanan onlinenya.

Ini permasalahan yang pelik, karena seperti kita ketahui, OpenSID adalah aplikasi open source, yang dikembangkan oleh komunitas OpenSID dan tidak dimiliki secara ekslusif oleh perorangan atau lembaga manapun.

Penerapan OpenSID di Desa Tosaran demi Percepatan Pelayanan Publik

Akhirnya Desa Tosaran Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan resmi mempunyai website, seiring penerapan aplikasi OpenSID. Tujuan utama dari penerapan aplikasi ini adalah untuk mempercepat pelayanan publik, dalam hal ini layanan administrasi surat menyurat seperti pembuatan surat pengantar SKCK, surat keterangan tidak mampu, dan lain-lain.

Sebelumnya, dengan cara tradisional, kita harus menginputkan data diri warga yang meminta surat yang tentunya memakan waktu. Dengan aplikasi OpenSID, cukup mencari nama/nomor induk kependudukan (NIK), data warga sudah langsung muncul.