OpenSID dalam Jaringan Local

Dengan memasang jaringan lokal di kantor desa, komputer yang berfungsi sebagai server SID dapat diakses oleh beberapa PC/laptop lainnya, sehingga pelayanan administrasi kantor desa mempergunakan SID bisa lebih efisien. Akses ke server SID melalui jaringan lokal tidak membutuhkan sambungan ke internet.

Berikut ini langkah-langkah untuk mengakses server SID melalui jaringan loka l:

  1. Siapkan server SID
  2. Siapkan router
  3. Beri IP address statis untuk server OpenSID
  4. Buat nama server di XAMPP
  5. Buat akses dari browser di server OpenSID
  6. Buat koneksi dari komputer lain

Masing-masing langkah dijelaskan di bawah.

1. Siapkan server SID
Server SID adalah komputer yang menyimpan master database untuk aplikasi SID. OpenSID terinstal di komputer ini, dan komputer ini juga menyimpan master folder desa yang berisi semua file ubahan desa.

Komputer lain yang akan mengakses server SID adalah komputer biasa yang tidak perlu menginstal OpenSID. Akses ke server SID akan memakai browser biasa di komputer tersebut.

Spesifikasi yang memadai untuk server SID yang akan diakses oleh sekitar lima pengguna adalah sebagai berikut:

  1. Komputer Desktop
  2. Processor Dual Core
  3. RAM 4GB
  4. Hard drive minimal 100GB
  5. Network Ethernet 10/100M

2. Siapkan router
Cara yang relatif mudah untuk memasang jaringan lokal adalah dengan mempergunakan router/modem wifi. Router wifi dapat dipergunakan untuk membuat jaringan lokal nir-kabel walaupun tidak ada sambungan ke internet.

Spesifikasi perangkat router wifi yang memadai untuk jaringan lokal di kantor kecil (jarak komputer terjauh yang akan mengakses server SID kurang dari 100m) adalah sebagai berikut:

Ikuti petunjuk router untuk menginstalnya dan untuk menghubungkan server SID dan komputer lain ke router tersebut.

Untuk koneksi yang tercepat, sebaiknya server SID disambung ke router mempergunakan kabel, dan bukan wifi.

3. Beri IP address statis untuk server SID
Setiap komputer yang tersambung pada router diberi IP address oleh router. Biasanya komputer yang login ke router akan diberi IP address dinamis, yang berubah setiap kali login. Supaya tidak berubah-ubah, server SID perlu diberi IP address yang statis, yaitu sama terus.

Ikuti petunjuk router untuk memberi IP address statis pada server SID , misalnya:

192.168.1.5

Untuk meyakinkan IP address yang diberikan pada server SID, jalankan Command Prompt di server SID, dan ketikkan:

ipconfig.

IP address tampak di baris IPv4 Address.

4. Buat nama server SID di XAMPP
Untuk bisa mengakses aplikasi SID dengan nama yang mudah di-ingat, perlu mengubah setting apache untuk memberi nama pada aplikasi SID di XAMPP.

Edit file httpd-vhosts.conf, yang biasanya ada di C:\xampp\apache\conf\extra\httpd-vhosts.conf. Tambahkan baris-baris seperti di bawah ini pada bagian akhir file tersebut. Ganti DocumentRoot sesuai dengan lokasi instalasi OpenSID anda, dan ganti ServerName sesuai dengan nama yang diinginkan.

<VirtualHost *:80>
DocumentRoot "C:\xampp\htdocs\OpenSID"
ServerName opensid.server
</VirtualHost>

Apabila server SID juga dipakai untuk aplikasi web lain, tambahkan pula baris berikut, untuk memungkinkan akses ke aplikasi lain memakai alamat web lokal biasa, yaitu http://localhost.

<VirtualHost *:80>
DocumentRoot "C:\xampp\htdocs"
ServerName localhost
</VirtualHost>

Setelah file httpd-vhosts.conf diubah, restart apache melalui control panel XAMPP.

5. Buat akses dari browser di server SID
Di server SID, tambahkan alamat server SID di file hosts. File ini ada di:

Windows 7, 10:

C:\Windows\System32\Drivers\etc

Perhatian: di Windows, file hosts tidak bisa diubah langsung di folder C:\Windows\System32\Drivers\etc. Copy file hosts dan salin dulu ke folder lain yang bisa di-edit pengguna, misalnya folder Downloads. Edit file hosts di situ dan sesudah di ubah, copy/paste kembali ke folder C:\Windows\System32\Drivers\etc.

Ubah file hosts dengan menambahkan baris yang menghubungkan IP address server SID dengan nama server, mengikuti contoh sebagai berikut. Pakai IP address untuk server SID sebagaimana telah ditentukan di langkah 3 di atas:

##
# Host Database
# localhost is used to configure the loopback interface
##
#...
192.168.1.5 opensid.server

Setelah file hosts di-save, server SID dapat di akses dengan nama baru tersebut, dengan memasukkan alamat server SID di web browser (misalnya Chrome, Firefox, dsbnya) sebagai berikut:

http://opensid.server

6. Buat koneksi dari komputer lain
Sambungkan komputer yang akan koneksi ke server SID ke jaringan yang sama dengan server SID (misalnya ke router wifi yang sama).

Yakinkan bisa koneksi ke server SID, dengan:

di Windows, membuka Command Prompt
di Linux, membuka Terminal
dan coba mengakses server SID, dengan command berikut, memakai IP address untuk server SID (lihat langkah 3 di atas):

ping 192.168.1.5

Apabila tidak bisa menyambung ke server SID, hambatan koneksi perlu diselesaikan dulu. Misalnya, lihat setting firewall dan setting router untuk mengizinkan akses ke komputer lain dalam jaringan.

Kalau yakin ada koneksi, tambahkan alamat server SID di file hosts. File ini ada di:

Windows 7, 10:

C:\Windows\System32\Drivers\etc

Perhatian: di Windows, file hosts tidak bisa diubah langsung di folder C:\Windows\System32\Drivers\etc. Copy file hosts dan salin dulu ke folder lain yang bisa di-edit pengguna, misalnya folder Downloads. Edit file hosts di situ dan sesudah di ubah, copy/paste kembali ke folder C:\Windows\System32\Drivers\etc.

Ubah file hosts dengan menambahkan baris yang menghubungkan IP server SID dengan nama server, mengikuti contoh sebagai berikut. Pakai IP address untuk server SID sebagaimana telah ditentukan di langkah 3 di atas:

##
# Host Database
# localhost is used to configure the loopback interface
##
#...
192.168.1.5 opensid.server

Setelah file hosts di-save, server SID dapat di akses melalui jaringan lokal, dengan memasukkan alamat server SID di web browser (misalnya Chrome, Firefox, dsbnya) sebagai berikut:

http://opensid.server